Minggu, 20 September 2015

Internet of Things


Makna Internet of Things

Internet of Things atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif. namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet.

Definisi sederhana dari Internet of Things (IoT) adalah kemampuan suatu perangkat untuk berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT.


Contoh Aplikasi Si pada Internet of Things

Beberapa contoh konkrit dari “wearable” yang mulai dipasarkan di dunia adalah : Google Glass, Google Nest, Nike Fit, dan Samsung Smart Watch. Tidak hanya wearables, Samsung juga mulai merambah dan mengembangkan teknologi IOT di bidang consumer appliances seperti : Smart Air Conditioner, Smart TV, Smart Refrigerator. Pada tahun 2017, menurut CEO Samsung, 90% dari semua produk Samsung akan berupa perangkat IOT, termasuk semua televisi dan perangkat mobile. Dua tahun berikutnya, semua produk Samsung akan siap dengan koneksi IOT. Kompetitor terdekat Samsung, yakni Apple pun memiliki upaya di bidang IOT dengan proyek Homekit, yang merupakan protokol pengontrol rumah pintar melalui sistem operasi iOS. Beberapa produk Apple tersebut antara lain iHome, Incipio, GridConnect, dan iDevices. Semua perangkat Apple Homekit tersebut akan dipasarkan dalam waktu dekat ini.


Ulasan


Internet of Thing atau bisa kita sebut dengan IoT merupakan konsep di mana kita dapat memanfaatkan jaringan internet yang telah tersebar ke seluruh dunia ini lalu mengkombinasikannya dengan benda-benda nyata di sekitar kita dengan menggunakan sensor tertanam pada perangkat entah itu untuk bertukar data, kendali jarak jauh, pemberitahuan virtual atau lainnya yang dapat membantu memenuhi atau memperlancar kehidupan manusia itu sendiri.

Di Indonesia sendiri pemanfaatan teknologi  IoT masih minim. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan IoT biasanya adalah biaya dan keamanannya itu sendiri. Dari segi biaya dalam pembangunan teknologi IoT membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dari mulai perangkat keras hingga sensor terhubung ke internet masih sangat mahal di zaman sekarang ini. Sedangakan dari segi keamanannya itu sendiri terlebih di mana banyak sekali terjadi kejahatan dunia cyber di internet, membangun IoT yang bebas dari kejahatan dunia cyber adalah tantangan besar yang keamanannya tidak bisa dipastikan 100%, sehingga dengan memikirkan dampaknya para ahli di bidang ini pun tidak bisa leluasa membuat semuanya serba IoT.


Sumber



Daftar blog teman yang telah saya beri komentar :


Tautan : http://ipb.ac.id

Rabu, 09 September 2015

E-Government


Makna E-Government

E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. E-Government adalah suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan  pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Ada empat model pengiriman E-Government, antara lain :
  1. Government-to-Citizen (G2C)
  2. Government-to-Business (G2B)
  3. Government-to-Government (G2G)
  4. Government-to-Employees (G2E)

E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Keuntungan yang paling diharapkan dari e-Government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.


Contoh Aplikasi SI pada E-Government

Manajemen integrasi dan pertukaaran data (MANTRA)

Aplikasi MANTRA bermanfaat untuk menjembatani pertukaran data antar instansi pemerintah meskipun berbeda Database, Aplikasi maupun Sistem Operasinya. Aplikasi MANTRA dapat difungsikan sebagai GSB (Government Service Bus) dan Web-API (Application Programming Interface).

GSB merupakan suatu sistem yang mengelola integrasi informasi dan pertukaran data antar instansi pemerintah. GSB mampu mensinergikan informasi dari beberapa Web-API (Application Programming Interface). Web-API dapat dipandang sebagai media Interoperabilitas Sistem Informasi.

Sampai saat ini aplikasi MANTRA telah digunakan di :
  1. Ditjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri
  2. BNP2TKI
  3. Kementerian Komunikasi dan Informatika
  4. Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan
  5. LKPP
  6. Kementerian Luar Negeri
  7. Pemkab Bangka
  8. Pemkot Pekalongan
  9. Pemprov Jawa Barat
Instansi yang ingin menggunakan aplikasi MANTRA dapat menghubungi Direktorat e-Government untuk selanjutnya mengirimkan surat resmi kepada Direktur e-Government perihal permohonan pemanfaatan, bimbingan teknis dan instalasi Aplikasi MANTRA.


Ulasan

E-Government atau yang dikenal e-Gov ini merupakan salah satu dampak dari kemajuan teknologi di bidang sistem informasi. E-Gov itu sendiri adalah layanan pemerintah berbasis elektronik menggunakan teknologi digital yang biasanya diwujudkan dalam bentuk situs web pemerintahan dan membutuhkan batuan media internet untuk mengaksesnya.  Kuncinya adalah pemerintahan, dari pemerintahan itu di dalam penyampaiannya layanan e-gov ini dapat  digunakan kepada masyarakat, bisnis, sesama pemerintahan, dan karyawan pemerintahan itu sendiri untuk menjalin interaksi di kedua belah pihak. E-Gov mengutamakan pelayanannya terhadap masyarakat, selain itu e-Gov hanya akan berhasil jika ada dukungan yang kuat dari sebagian besar masyarakat dengan kata lain dukungan masyarakat sangat penting dalam menentukan layanan pemerintah apa saja yang harus dijadikan e-Gov. Dengan adanya e-Gov ini diharapkan program pemerintahan bisa lebih efisien, nyaman, dan memiliki akses yang lebih baik dibanding layanan publik biasa.


Sumber :


Daftar blog teman yang telah saya beri komentar :